• TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail share to whatsapp
Click Sunnah
  • Home
  • Tafsir
    • Ibnu Katsir
    • TafsirQ
    • Rumaisho
  • Downloads
    • Akidah
    • Fikih
    • Hadist
      • KItab
  • Radio TV
    • Radio
      • Rodja
      • Muslim
      • RII
    • Listen Quran
    • Quran Audio
    • TV Quran
  • Kitab Ulama
  • Kitab
    • Aqidah
    • Fikih
  • Kajian

Printfriendly

Cari di Blog ini

Quran Recitation

  • Live Streaming Rodja TV
  • Radio online
  • Tafsir Online
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • almanhaj
  • Kajian Net
  • Muslim
  • Islam Download
  • Radiorodja
  • Radiosunnah
  • Rumaysho

Link Utama

  • Quran Recitation
  • Muslim or id
  • Al Manhaj
  • Radio Rodja
  • Text Editor

Popular Post

Wednesday, March 25, 2020

Home » » NASAB TIDAK MENJAMIN

NASAB TIDAK MENJAMIN

By sunnahposMarch 25, 2020No comments
Hasil gambar untuk nasabBismillah

Habib artinya yang dikasihi atau dicintai.

Gelar ini disandarkan kepada orang yang mengaku sebagai keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun sebutan itu tidak ada keterangannya di dalam syariat.

Tapi apakah benar mereka itu berasal dari keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Mana buktinya ?
Adakah para ulama besar yang telah menyatakannya ?
Kalaupun benar, lalu apa manfaatnya berbangga-bangga, ujub dan menyombongkan diri dengannya ?
Tak Ada Guna, Walau Engkau Seorang Habib

Allah Ta’ala berfirman :

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا
"Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-An’aam [6]: 132 dan Al-Ahqaf [46]: 19).

Ayat ini menunjukkan bahwa amalanlah yang menaikkan derajat hamba menjadi mulia di akhirat.

Nasab tak ada guna, walaupun ia keturunan Nabi.

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ


"Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya" (QS. Al-Mu’minun [23]: 101).

Siapa yang lamban amalnya, maka itu tidak bisa mengejar kedudukan mulia di sisi Allah, walau ia memiliki nasab (keturunan) yang mulia.

Nasabnya itu tidak bisa mengejar derajat mulia di sisi Allah.

Karena kedudukan mulia di sisi Allah adalah timbal balik dari amalan yang baik, bukan dari nasab.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

"Barangsiapa yang lamban amalnya, maka nasabnya tidak bisa mengejarnya" (HR. Muslim no. 2699, hadits dari Abu Hurairah).

Imam Nawawi rahimahullah berkata :
"Barangsiapa yang amalnya itu kurang, maka kedudukan mulianya tidak bisa menolong dirinya. Oleh karenanya, jangan terlalu berharap dari nasab atau silsilah keturunan dan keutamaan nenek moyang, akhirnya sedikit dalam beramal" (Syarah Shahih Muslim 17/21).

Berlombalah dalam kebaikan, meraih ampunan dan rahmat Allah dengan amalan.

Berlomba di sini bukan karena engkau keturunan Nabi atau orang shalih, namun yang dipandang adalah siapa yang paling baik amalnya.

Karena demikianlah yang Allah perintahkan dalam berbagai ayat :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (QS. Ali Imran [3]: 133-134).

Jadi berlomba-lombalah dengan beramal.
Beramal pun bukan asal-asalan. Beramal itu harus sesuai tuntunan.

Seandainya seorang habib merekayasa suatu amalan yang tidak pernah ada dasarnya, maka jelas amalan habib seperti ini tertolak.

Karena nasab tidak ada arti saat itu, namun siapa saja "yang paling ikhlas dan sesuai tuntunan", itulah yang paling mulia dan diterima amal shalihnya.

Fathimah putri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) saja tidak bisa ditolong ayahnya.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata :

قَامَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ( وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ ) قَالَ « يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ – أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا – اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ ، لاَ أُغْنِى عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ لاَ أُغْنِى عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لاَ أُغْنِى عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، وَيَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ لاَ أُغْنِى عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِى مَا شِئْتِ مِنْ مَالِى لاَ أُغْنِى عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا »
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri ketika turun ayat : "Dan b

erilah peringatan kepada kera

bat-kerabatmu yang terdekat" (QS. Asy-Syu’ara: 214).

Lalu beliau berkata : "Wahai orang Quraisy -atau kalimat semacam itu-, selamatkanlah diri kalian sesungguhnya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun dari Allah. Wahai Bani ‘Abdi Manaf, sesungguhnya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun dari Allah. Wahai ‘Abbas bin ‘Abdul Muthollib, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah. Wahai Shofiyah bibi Rasulullah, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah. Wahai Fathimah puteri Muhammad, mintalah padaku apa yang engkau mau dari hartaku, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah" (HR. Bukhari no. 2753 dan Muslim no. 206).

*Jika Fatimah saja puteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa ditolong oleh ayahnya sendiri, bagaimanakah dengan keturunan di bawahnya, apalagi jika cuma "pengakuan saja" sebagai keturunannya.*

_Padahal ada yang sekedar “ngaku”, namun kenyataannya dari keturunan Persia (bukan Quraisy) karena cuma sekedar bermodal hidung mancung dan tampang Arab._

*Jika demikian, ritual tanpa dalil atau tanpa dasar yang biasa disuarakan para habib dan merekalah yang jadi front terdepan dalam membelanya tidak boleh diikuti.*

*Karena perlu dipahami bahwa habib bukanlah Nabi,* sehingga mereka tidak bisa membuat syari’at.
Apalagi seandainya mereka berbuat maksiat seperti merokok, judi, berzina, biasa mencukur habis jenggot dll, tentu mereka tidak pantas jadi panutan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa" [QS. An-Najm [53]: 32]

Tidakkah takut dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda :
"Pada masa Musa ada dua orang yang saling menyebutkan asal keturunannya. Salah seorang dari keduanya berkata : "Aku adalah fulan bin fulan.......(hingga ia menyebutkan 9 keturunan), maka siapakah dirimu yang tidak mempunyai ibu ?". Orang yang satunya menjawab : "Aku adalah fulan bin fulan bin Islam". Maka Allah pun mewahyukan kepada Musa agar berkata kepada dua orang itu : "Adapun engkau wahai orang yang bernasab atau menisbahkan keturunannya kepada 9 keturunan adalah di Neraka dan engkau adalah keturunan yang ke-10. Sedangkan engkau wahai orang yang menasabkan keturunannya kepada 2 orang adalah di Surga dan engkau adalah orang ketiga dari keduanya" (HR.Ahmad V/128, lihat Silsilah ash-Shahiihah no.1270)

Seorang pembesar berkata kepada Muthorrif bin Abdillah rahimahullah :

قَالَ: أَوَ مَا تَعْرِفُنِي؟

"Tidakkah engkau tahu siapa saya ?"

قَالَ: بَلَى، أَوَّلُكَ نُطْفَةٌ مَذِرَةٌ، وَآخِرُكَ جِيْفَةٌ قَذِرَةٌ، وَأَنْتَ بَيْنَ ذَلِكَ تَحْمِلُ العَذِرَةَ

Muthorrif berkata : "Tentu saya tahu, engkau yang awalnya adalah setetes mani yang kotor dan akhirmu adalah bangkai yang busuk dan antara kedua kondisi tersebut engkau membawa kotoran" (Siyar A'laam an-Nubalaa' IV/505)

Ali bin al-Husain rahimahullah berkata :

عجبت للمتكبر الفخور الذي كان بالامس نطفة ثم هو غدا جيفة

"Aku heran dengan orang yang sombong lagi suka membanggakan diri, padahal kemarin ia hanyalah setetes sperma dan ia esok menjadi bangkai" (Shifatus Shafwah II/95 oleh Ibnul Jauzi).

Semoga Allah memberikan hidayah dan taufik...

Fawaid Ustadz. Najmi Umar Bakkar


Distributed by: *HIJRAH SALAF* and join us at

📲 Instagram: https://instagram.com/hijrah_salafusshalih

📲 Telegram Channel : https://t.me/salafhijrah

📲  Fanspage Facebook :  https://fb.me/salafhijrah

📲 WAG Hijrah (Ikhwan 1):
https://chat.whatsapp.com/LPJC6nMd0DA51KELITU0w3

📲 WAG Hijrah (Ikhwan 2) :
https://chat.whatsapp.com/Fm6Y6wFFZFVBLZ3wf1agKT

📲 WAG Hijrah (Akhwat 1) :
https://chat.whatsapp.com/J2PASDIFh9LLKcssSXfBut

📲WAG Hijrah WAG Hijrah (Akhwat 2) :
https://chat.whatsapp.com/H3zxIMo7y7J74BOrzOMSzI

 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu) 





Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
← Newer Post Older Post → Home

0 comments:

Post a Comment

KAJIAN

Kajian.Net Koleksi Ceramah Islam MP3
  • Popular Posts
  • Archives

Radio Dakwah

Listen Quran

Listen to Quran
  • AKAN MUNCUL DAI-DAI YANG MENYERU KE NERAKA JAHANNAM
    Oleh Syaikh Salim bin Ied al-Hilali عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَان رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلُ ...
  • Perpecahan Umat, Sebab dan Solusinya (2)
    Fenomena perpecahan umat dizaman kiwari ini sedemikian banyak. Bukan hanya karena tidak adanya ilmu dan orang yang menuntut ilmu atau sulitn...
  • Koreksi Total Masalah Politik Dan Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan As-Sunnah
    MUKADDIMAH Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Awal dan Maha Akhir, Yang Maha Zhahir dan Maha Bathin, Dia-lah Yang Mengetah...

QURAN RECITATION

Blog Archive

Blog Archive

  • ▼ 2020 (56)
    • ► May (4)
    • ► April (12)
    • ▼ March (40)
      • Cara Mengatasi Wabah Penyakit Menular Khalifah Abb...
      • MENGIKUTI HAWA NAFSU, PENGHALANG DATANGNYA HIDAYAH
      • APAKAH TERMASUK GHIBAH YANG HARAM DENGAN MEMBONGKA...
      • HUKUM MENGUCAPKAN SHADAQALLAHUL AZHIM SETELAH MEMB...
      • DALILNYA AHLUL BID'AH DALAM MEMBANTAH AHLUSSUNNAH
      • Hadist shohih tentang surga
      • NASAB TIDAK MENJAMIN
      • TAHLILAN ADALAH BID’AH MENURUT MADZHAB SYAFI’I
      • Sholawat nariyah dalam tinjauan syariat
      • MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI YANG SELAMAT
      • 4 Ulama Madzhab Mencela Nyanyian
      • BEBERAPA KESAMAAN ANTARA AGAMA SYI’AH DENGAN THARI...
      • ALIRAN SUFI-TASAWUF DIINGKARI IMAM SYAFI’I RAHIMAH...
      • HUKUM MEMANGKAS JENGGOT
      • PERBAIKI AQIDAH KITA
      • HUKUM MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDOA
      • LURUS DAN RAPATKAN SHAF
      • MENGALAH" DALAM DEBAT YANG TIDAK BERMANFAAT
      • ♻WUDHU SESUAI SUNNAH DENGAN DALIL YANG SHOHIH JARI...
      • LANGKAH - LANGKAH PRAKTIS MENGETAHUI HADITS SHAHIH...
      • Pemahaman Keliru Tentang Takdir dan Tawakkal.
      • Rosulullah Menunggumu di Telaga
      • Mengikuti Islam yang Murni
      • HUKUM MENGHADIRI SHALAT JUM’AH DAN JAMAAH DALAM KO...
      • Tidak Shalat Jamaah Karena Takut Tertular Virus Co...
      • Hukum Shalat Jum’at dan Persyaratannya
      • 10 KIAT WAFAT HUSNUL KHATIMAH
      • 🕌 *HUKUM BERDIRI MENUNGGU SELESAINYA ADZAN PADA S...
      • PENYESALAN YANG BESAR DAN MENDALAM AKAN DIALAMI SE...
      • *"PENDUDUK SURGA TIDAK TIDUR"*
      • *BEBERAPA FATAWA IMAM AS SYAFII*
      • BULAN MUHARRAM BUKAN BULAN SIAL
      • 10 KIAT WAFAT HUSNUL KHATIMAH
      • Kemuliaan dan Keutamaan Aisyah
      • Hafshah binti Umar bin Khaththab
      • Mengenal Mariyah Al-Qibtiyah
      • PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN
      • [ Sholatnya wanita ]
      • HUKUM MENGUCAPKAN SHADAQALLAHUL AZHIM SETELAH MEMB...
      • Hati Yang Berkualitas, Dengan Banyak Berdzikir
  • ► 2019 (39)
    • ► November (2)
    • ► October (9)
    • ► August (1)
    • ► May (1)
    • ► April (3)
    • ► March (2)
    • ► February (6)
    • ► January (15)
  • ► 2018 (458)
    • ► December (9)
    • ► November (4)
    • ► October (16)
    • ► September (37)
    • ► August (12)
    • ► July (65)
    • ► June (7)
    • ► May (55)
    • ► April (105)
    • ► March (122)
    • ► February (26)

Recent Posts

 
  • Contact Us

    Name

    Email *

    Message *

  • Pages

Copyright © Click Sunnah | Powered by Blogger
Design by FlexiThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | Best Gadgets | Distributed By Gooyaabi Templates